Strategi Mencegah Bullying dan Menanamkan Peradaban Islam

Bullying di sekolah sering dipahami sebagai tindakan antar siswa. Namun, tanpa disadari, kata-kata seorang guru yang seharusnya menjadi penyejuk justru dapat melukai hati murid dan meninggalkan luka yang tidak terlihat. Guru adalah teladan akhlak, tetapi ketika komunikasi tidak dijaga, ia bisa menjadi sumber rasa sakit yang tersembunyi. Maka penting bagi guru untuk menerapkan strategi komunikasi ma’ruf, yaitu komunikasi yang baik, santun, dan penuh kasih sayang sesuai tuntunan Islam. Dengan komunikasi ma’ruf, guru bukan hanya mendidik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun peradaban Islam.
-
- Contoh Bullying Terselubung oleh Guru
Beberapa perilaku yang sering terjadi tanpa disadari antara lain:
-
- Membandingkan murid secara negatif: “Kenapa kamu tidak bisa seperti si A?”
- Memberi julukan merendahkan: “pemalas”, “bodoh”.
- Mengkritik penampilan fisik murid.
- Mengumumkan nilai rendah dengan nada mengejek.
- Menyampaikan kesalahan murid dengan keras dan bangga hingga murid merasa dipermalukan.
- Mengabaikan pertanyaan murid dengan komentar meremehkan.
- Menyindir latar belakang keluarga murid.
Penelitian Sitka Bella Noviana Putri Harahapa menegaskan bahwa strategi komunikasi guru berperan besar dalam mengatasi bullying di sekolah. Artinya, cara guru berbicara bisa menjadi benteng atau justru pemicu bullying.
Berbagai bentuk bullying terselubung tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama sering kali bukan pada niat mendidik, melainkan pada cara berkomunikasi. Oleh karena itu, Islam memberikan panduan komunikasi yang menjaga martabat manusia melalui konsep qoul ma’ruf.
-
- Prinsip Qoul Ma’ruf dalam Islam
- Santun
Guru hendaknya menjaga tutur kata agar tidak melukai hati murid. Allah berfirman:
“…Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang ma’ruf.” (QS. An-Nisa [4]: 5).
Santun berarti memilih kata yang lembut, tidak kasar, dan tidak mempermalukan, Guru yang santun dalam berkomunikasi mampu menekan perilaku bullying di sekolah dasar. Santun adalah bagaian integral dari akhlakul karima (akhlak mulia ) dalam islam. Perwujudan dari ajaran islam yang mengedepankan adap fondasi membangun peradaban Islam.
-
- Mendidik
Komunikasi guru harus mengarahkan murid kepada kebaikan, bukan sekadar kritik. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim, Hadits Arbain Nawawi no. 15).
Prinsip mendidik berarti setiap teguran guru harus memberi jalan keluar. Misalnya, bukan sekadar mengatakan “salah”, tetapi menjelaskan bagian mana yang salah dan bagaimana memperbaikinya. Komunikasi guru yang mendidik berpengaruh pada pembinaan akhlak peserta didik. Dengan komunikasi mendidik, guru menanamkan ilmu sekaligus akhlak, yang menjadi pilar peradaban Islam.
-
- Motivatif
Kata-kata guru seharusnya membangkitkan semangat belajar. Allah menegaskan:
“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 263).
Prinsip motivatif berarti guru tidak hanya mengoreksi, tetapi juga memberi dorongan. Misalnya: “Saya tahu kamu bisa lebih baik, mari kita coba lagi.” Dengan cara ini, murid merasa dihargai dan termotivasi untuk memperbaiki diri. Kata-kata motivatif adalah energi yang menggerakkan generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun umat dan peradaban Islam.
-
- Adil
Guru tidak boleh membeda-bedakan murid. Rasulullah SAW mencontohkan keadilan dalam interaksi, sebagaimana sabdanya:
“Sesungguhnya orang-orang yang paling dicintai Allah pada hari kiamat adalah mereka yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi).
Adil berarti semua murid diperlakukan sama, tidak ada favoritisme. Jika guru hanya memuji murid tertentu dan meremehkan yang lain, maka suasana kelas menjadi tidak sehat. Keadilan guru dalam komunikasi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menekan rasa rendah diri murid. Keadilan adalah ruh peradaban Islam, yang menegakkan kesetaraan dan menghargai setiap individu.
-
- Strategi Komunikasi Alternatif
Untuk menghindari bullying terselubung, guru dapat menerapkan strategi berikut:
-
- Gunakan nada tenang dan jelas
“Jawabanmu belum tepat, mari kita coba lagi.”
-
- Fokus pada perilaku, bukan pribadi murid.
“Tugas ini belum selesai, ayo kita cari cara menyelesaikannya.”
-
- Berikan umpan balik spesifik
“Langkah kedua perhitunganmu salah, coba periksa kembali.”
-
- Gunakan bahasa positif:
“Saya tahu kamu bisa lebih baik, mari kita coba lagi.’
-
- Sampaikan secara pribadi bila perlu agar murid tidak dipermalukan di depan kelas.
- Apresiasi usaha murid meski hasil belum sempurna
“Kamu sudah berusaha, tinggal sedikit lagi untuk benar.”
Klik untuk mengetahui kegiatan SMP Integral Hidayatullah Kebumen
-
- Contoh Percakapan
- Komunikasi yang Merendahkan
Guru: “Jawabanmu salah lagi! Kamu memang tidak bisa belajar dengan baik. Lihat teman-temanmu, mereka jauh lebih pintar.”
Murid: (terdiam, wajah tertunduk, merasa malu dan tidak percaya diri).
-
- Komunikasi Ma’ruf
Guru: “Jawabanmu belum tepat, tapi saya senang kamu berani mencoba. Mari kita lihat bersama di bagian mana yang perlu diperbaiki. Saya yakin kamu bisa lebih baik.”
Murid: (tersenyum, merasa dihargai, bersemangat untuk mencoba lagi).
-
- Skenario lain, murid tidak mengerjakan tugas
Guru (merendahkan): “Kamu memang malas, pantas saja nilaimu jelek.”
Guru (ma’ruf): “Tugasmu belum selesai, ayo kita cari cara agar kamu bisa menyelesaikannya. Saya ingin kamu berhasil.”
-
- Skenario lain, murid ribut di kelas
Guru (merendahkan): “Kamu selalu bikin masalah, dasar nakal.”
Guru (ma’ruf): “Kelas kita butuh ketenangan agar semua bisa belajar. Saya percaya kamu bisa membantu menjaga suasana.”
Guru adalah arsitek peradaban. Kata-kata guru bisa menjadi doa yang menumbuhkan generasi berakhlak mulia, atau bisa menjadi luka yang melemahkan semangat belajar. Dengan strategi komunikasi ma’ruf, santun, mendidik, motivatif, dan adil, guru tidak hanya menghindari bullying terselubung, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun peradaban Islam.
Setiap kata yang baik adalah sedekah, dan setiap kata yang menyakitkan bisa menjadi dosa. Maka, mari kita jadikan komunikasi ma’ruf sebagai ibadah, sebagai jalan membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berperadaban.
-
- Referensi
- Sitka Bella Noviana Putri Harahapa, Strategi Komunikasi Guru Dalam Mengatasi Bullying di Sekolah.
- Wiyanda Widya Ningrum, Strategi Guru dalam Mengatasi Perilaku Bullying pada Siswa Sekolah Dasar.
- Aninda Rahmawati, Strategi Komunikasi Guru dalam Pembinaan Akhlak Peserta Didik.
- Al-Qur’an: QS. Al-Baqarah [2]: 263, QS. An-Nisa [4]: 5.
- Hadits Arbain Nawawi no. 15, HR. Tirmidzi.
Penulis
Akhmad Yunus, M.Pd.I
Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Yayasan Al Iman Kebumen.
Mengelola Daycare dan RA Yaa Bunayya, SDIT Al Madinah, SMP Integral Hidayatullah, Kebumen
Latest posts by Haryono Muji (see all)
- Komunikasi Ma’ruf Guru - 9 Februari 2026
- Ustadz-Ustadzah Berdaya, Sekolah Integral Jaya - 2 Februari 2026
- Menghidupkan Semangat Belajar Anak: Peran Orang Tua Pasca Liburan - 2 Januari 2026
